Rabu, 18 Mei 2016

BURUKNYA KAPITALISME BARAT

Hasil gambar untuk buruknya kapitalis


          Jika mendengar kata kapitalisme memang sudah tidak asing lagi di telinga kita bukan. Ya kapitalisme barat yang di buat oleh kulit putih (Eropa) adalah salah satu produk yang sangat memegang kedali dunia hingga saat ini. Hingga dominasinya tidak mampu lagi dikendalikan oleh negara-negara yang sedang berkembang terutama di benua Asia dan benua Afrika.
            Jika kita membicarakan kapitalisme, sudah sepantasnya kita mengetahui apa itu kapitalisme itu secara mendalam. Menurut Robert E. Lerner dalam bukunya yang berjudul Western Civilization (1988) menyebutkan bahwa revolusi komersial dan industri pada dunia modern awal dipengaruhi oleh asumsi-asumsi kapitalisme. Direduksi kepada pengertian yang sederhana, kapitalisme adalah sebuah sistem produksi, distribusi, dan pertukaran dimana kekayaan yang terakumulasi diinvestasikan kembali oleh pemilik pribadi untuk memperoleh keuntungan.
            Kapitalisme adalah sebuah desain untuk mendorong ekspansi komersial melewati batas-batas lokal menuju skala nasional dan internasional. Pada hakekatnya kapitalisme adalah berbicara mengenai kapita (modal) yang dimiliki seseorang. Kapita atau modal inilah yang selalu menopang arus laju dari perkembangan kapitalisme hingga mampu memberikan kontribusi besar dalam peradaban dunia di era dua ribuan ini.
            Sistem produksi yang berbicara mengenai industri kekinian sudahlah sangat merajai setiap lapisan kehidupan manusia. Sistem yang dibuat untuk menghasilkan produk-produk yang akan dijual dan dapat menghasilkan kapita dan dapat memuluskan setiap produk yang akan beredar dipasaran. Ya, kapita (modal) yang seperti ini lah yang membuat suatu pasar kapitalisme membabi buta setiap insan manusia di setiap negara yang dimasukinya.
             Didukung dengan teknik komersial yang maju, sudah sepatutnya produk yang kita bicarakan tadi mampu menggiurkan dan menelanjangi mata serta pikiran manusia yang melihatnya. Dikemas dengan tampilan menarik dan sangat elok dimata membuat produk yang tadinya kita anggap sebagai kebutuhan tersier atau barang mewah kini sudah berguling menjadi barang sekunder dan bahkan sudah sepatutnya kita katakana kebutuhan primer.
            Diimbangi dengan teknik distribusi yang mudah dan cepat membuat produk kapitalisme menjadi pesaing ketat bagi sektor produk lokal yang notabene menjadi lahan bisnis kehidupan bagi masyarakat banyak. Teknik kirim barang langsung ke tempat menjadikan produk kapitalisme sangat laris manis di pasar lokal indonesia. Intinya tidak perlu lagi pergi ke pasar tradisonal hanya tinggal pesan dan barang bisa langsung dinikmati di rumah.
            Selain menjarah sektor pasar lokal dan tradisional, kapitalisme juga menanamkan modalnya disetiap bidang yang sangat urgen bagi kehidupan manusia. Kemakmuran dalam diri pemilik modal adalah hal yang sangat penting. Mendirikan usaha-usaha individu demi mengejar kepentingan-kepentingan pribadi adalah sektor bisnis yang sangat menjanjikan. Dengan menjual produk luar atau bermerk adalah hal utama dalam pusaran kepentingan pribadi.


Buruknya Kapitalisme
            Kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melakukan usahanya dan tanpa adanya kontrol dari pemerintah adalah bentuk kapitalisme. Memproduksi, menjual dan menyalurkan barang dan lainnya tanpa batasan ini memberikan suatu dampak yang sangat jelas bagi mereka yang merasakannya.
            Kebebasan bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya dapat menyebabkan runtuhnya tradisi masyarakat yang hanya mampu menjual barang dan produk dengan jumlah terbatas. Masyarakat dengan modal sedikit dipaksa bersaing secara ketat dengan mereka yang dari segi kapita dan teknik berbisnis sudah sangat mumpuni. Bukan hanya itu persaingan panas ini juga merambat ke lokasi penjualan yang dimana sangat berdekatan dalam memasarkan produknya masing-masing. Ibarat pertarungan tinju kelas dunia, setiap individu harus mampu saling memukul demi memperoleh kemenangan dalam pertandingan dua belas ronde itu.
Persaingan klasik yang biasanya kita lihat di pasar tradisional sudah dapat kita katakan lenyap karena banyaknya pasar yang telah dikuasai perusahan-perusahan yang hanya mengutamakan kepentingan personal dan berguna meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.

            Tradisi persaingan sehat yang selama ini kita lihat di masyarakat lokal adalah hal yang sangat penting kita jaga. Kepentingan untuk keuntungan pribadi merupakan sebuah sistem ekonomi yang lebih berorientasi pada pemenuhan ekonomis secara individu. Dalam mendapatkan keuntungan inilah maka dilakukan tangan – tangan yang tak terlihat (the invisible hands) untuk mengejar yang bukan bagian dari kehendak sendiri.
            Kehendak dalam memadukan kepentingan privat dan publik  ini yang selanjutnya dijelaskan bahwa kapitalisme sangat mengesampingkan kepentingan bersama, tetapi mereka berfikir bahwa kepentingan bersama dapat terpenuhi setelah kepentingan pribadi telah terpenuhi. Satu hal yang sangat penting bahwa individu tidak akan mampu berdiri tanpa lingkungan sosial yang ada di sekitarnya dan inilah yang harus berjalan secara beriringan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.

Peran Penting Pemerintah
            Suasana lanjut dari kapitalisme tadi adalah kompetisi (competition) di dalam pasar. Gabraith mengatakan bahwa perkembangan kapitalisme, timbul institusi yang berusaha mengimbangi kelas kapitalis, yang disebutnya sebagai kekuatan penyeimbang (countervailing power). Ini semakin memperjelas bahwa teori mekanisme pasar tidak bisa dibiarkan sebebas apa yang sudah didoktrinkan dalam teori ekonomi kapitalisme. Dalam hal ini diperlukannya kehadiran pemerintah dan Negara mengurusi bidang-bidang yang bersangkut-paut dengan kebutuhan publik seperti penjelasan diatas.  Dengan demikian, kehadiran negara sebagai wasit (penengah) adalah berfungsi untuk mengatur pasar.
           

0 komentar:

Posting Komentar