Jika mendengar kata kapitalisme memang sudah tidak asing lagi di telinga kita bukan. Ya kapitalisme barat yang di buat oleh kulit putih (Eropa) adalah salah satu produk yang sangat memegang kedali dunia hingga saat ini. Hingga dominasinya tidak mampu lagi dikendalikan oleh negara-negara yang sedang berkembang terutama di benua Asia dan benua Afrika.
Jika kita membicarakan kapitalisme,
sudah sepantasnya kita mengetahui apa itu kapitalisme itu secara mendalam.
Menurut Robert E. Lerner dalam bukunya yang berjudul Western Civilization (1988) menyebutkan bahwa revolusi komersial
dan industri pada dunia modern awal dipengaruhi oleh asumsi-asumsi kapitalisme.
Direduksi kepada pengertian yang sederhana, kapitalisme adalah sebuah sistem
produksi, distribusi, dan pertukaran dimana kekayaan yang terakumulasi
diinvestasikan kembali oleh pemilik pribadi untuk memperoleh keuntungan.
Kapitalisme adalah sebuah desain
untuk mendorong ekspansi komersial melewati batas-batas lokal menuju skala nasional
dan internasional. Pada hakekatnya kapitalisme adalah berbicara mengenai kapita
(modal) yang dimiliki seseorang. Kapita atau modal inilah yang selalu menopang
arus laju dari perkembangan kapitalisme hingga mampu memberikan kontribusi
besar dalam peradaban dunia di era dua ribuan ini.
Sistem produksi yang berbicara
mengenai industri kekinian sudahlah sangat merajai setiap lapisan kehidupan
manusia. Sistem yang dibuat untuk menghasilkan produk-produk yang akan dijual
dan dapat menghasilkan kapita dan dapat memuluskan setiap produk yang akan
beredar dipasaran. Ya, kapita (modal) yang seperti ini lah yang membuat suatu pasar
kapitalisme membabi buta setiap insan manusia di setiap negara yang dimasukinya.
Didukung dengan teknik komersial yang maju,
sudah sepatutnya produk yang kita bicarakan tadi mampu menggiurkan dan
menelanjangi mata serta pikiran manusia yang melihatnya. Dikemas dengan
tampilan menarik dan sangat elok dimata membuat produk yang tadinya kita anggap
sebagai kebutuhan tersier atau barang mewah kini sudah berguling menjadi barang
sekunder dan bahkan sudah sepatutnya kita katakana kebutuhan primer.
Diimbangi dengan teknik distribusi
yang mudah dan cepat membuat produk kapitalisme menjadi pesaing ketat bagi
sektor produk lokal yang notabene menjadi lahan bisnis kehidupan bagi masyarakat
banyak. Teknik kirim barang langsung ke tempat menjadikan produk kapitalisme
sangat laris manis di pasar lokal indonesia. Intinya tidak perlu lagi pergi ke
pasar tradisonal hanya tinggal pesan dan barang bisa langsung dinikmati di
rumah.
Selain menjarah sektor pasar lokal
dan tradisional, kapitalisme juga menanamkan modalnya disetiap bidang yang
sangat urgen bagi kehidupan manusia. Kemakmuran dalam diri pemilik modal adalah
hal yang sangat penting. Mendirikan usaha-usaha individu demi mengejar
kepentingan-kepentingan pribadi adalah sektor bisnis yang sangat menjanjikan.
Dengan menjual produk luar atau bermerk adalah hal utama dalam pusaran
kepentingan pribadi.
Buruknya
Kapitalisme
Kebebasan secara penuh kepada setiap
orang untuk melakukan usahanya dan tanpa adanya kontrol dari pemerintah adalah
bentuk kapitalisme. Memproduksi, menjual dan menyalurkan barang dan lainnya
tanpa batasan ini memberikan suatu dampak yang sangat jelas bagi mereka yang
merasakannya.
Kebebasan bersaing dalam bisnis
untuk memperoleh laba sebesar-besarnya dapat menyebabkan runtuhnya tradisi
masyarakat yang hanya mampu menjual barang dan produk dengan jumlah terbatas.
Masyarakat dengan modal sedikit dipaksa bersaing secara ketat dengan mereka
yang dari segi kapita dan teknik berbisnis sudah sangat mumpuni. Bukan hanya
itu persaingan panas ini juga merambat ke lokasi penjualan yang dimana sangat
berdekatan dalam memasarkan produknya masing-masing. Ibarat pertarungan tinju
kelas dunia, setiap individu harus mampu saling memukul demi memperoleh
kemenangan dalam pertandingan dua belas ronde itu.
Persaingan
klasik yang biasanya kita lihat di pasar tradisional sudah dapat kita katakan
lenyap karena banyaknya pasar yang telah dikuasai perusahan-perusahan yang
hanya mengutamakan kepentingan personal dan berguna meraup keuntungan
sebanyak-banyaknya.
Tradisi persaingan sehat yang selama
ini kita lihat di masyarakat lokal adalah hal yang sangat penting kita jaga.
Kepentingan untuk keuntungan pribadi merupakan sebuah sistem ekonomi yang lebih
berorientasi pada pemenuhan ekonomis secara individu. Dalam mendapatkan
keuntungan inilah maka dilakukan tangan – tangan yang tak terlihat (the invisible hands) untuk mengejar
yang bukan bagian dari kehendak sendiri.
Kehendak dalam memadukan kepentingan
privat dan publik ini yang selanjutnya
dijelaskan bahwa kapitalisme sangat mengesampingkan kepentingan bersama, tetapi
mereka berfikir bahwa kepentingan bersama dapat terpenuhi setelah kepentingan
pribadi telah terpenuhi. Satu hal yang sangat penting bahwa individu tidak akan
mampu berdiri tanpa lingkungan sosial yang ada di sekitarnya dan inilah yang
harus berjalan secara beriringan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.
Peran
Penting Pemerintah
Suasana lanjut dari kapitalisme tadi
adalah kompetisi (competition) di
dalam pasar. Gabraith mengatakan bahwa perkembangan kapitalisme, timbul
institusi yang berusaha mengimbangi kelas kapitalis, yang disebutnya sebagai
kekuatan penyeimbang (countervailing
power). Ini semakin memperjelas bahwa teori mekanisme pasar tidak bisa
dibiarkan sebebas apa yang sudah didoktrinkan dalam teori ekonomi kapitalisme.
Dalam hal ini diperlukannya kehadiran pemerintah dan Negara mengurusi
bidang-bidang yang bersangkut-paut dengan kebutuhan publik seperti penjelasan
diatas. Dengan demikian, kehadiran
negara sebagai wasit (penengah) adalah berfungsi untuk mengatur pasar.






0 komentar:
Posting Komentar